Saturday, October 13, 2007

"jangan diapa-apain!"

Peri kecil suka sekali bermain tata-mentata, nggak hanya mainan kecil-kecil, tapi otopet, tas, bantal juga dipakai main. Suatu waktu dia main rumah-rumahan dengan kursi makan dibalik dan disampingnya ada payung, lalu ada handuk 'good morning' sebagai selimut. (haah? darimana dia nemu handuk good morning ini? jaman dulu kan ini handuk wajib yang harus dibawa kalo kita mau melahirkan).

Sekali-kali ada juga barang2 orang dewasa yang nyelip diantara tata'annya. Makanya kalo HP, kacamata, kunci, lipstik atau flashdisk kita tiba-tiba menghilang, cari aja di tempat dia main. Suka nyesel juga, kalo barang kita hilang, trus kita kontan triaaaak dengan mata melotot: 'pasti kamu deh, yang ambil "...."-ku!. Trus dia ngeliat kita dengan ciut. Ih, jahat banget ya, kita. Udahannya baru inget, kita belum ngasih tau batas2 mana yang boleh, mana yang nggak.

Jika sudah waktunya tidur, semua mainan yang sudah disusun sengaja tidak dibereskannya dan siapapun tidak boleh mengusiknya, tidak boleh diganggu, dan tidak boleh dibereskan tanpa seijinnya.
Awalnya orang rumah suka lupa dengan permintaan ini, alhasil, kalo peri kecil pulang sekolah dan menemukan tata'annya hilang dari lokasi.. dia sakit hatiiiii banget. Nangisnya sampai 'terngilu-ngilu' (ih, kok sampai gitu amat sih?'). Tapi sekarang kami udah ngerti kok.... dan kalo sampai kelupaan, sekarang tidak perlu nangis lagi, karena kita bisa bermaaf-maafan. Ga bisa dong dia aja yang marah, dia kita minta untuk ngerti juga, kalo orang bisa aja sekali waktu kelupaan karena satu sebab yang tidak bisa dihindari.

Kebiasaan main jadi desainer tata'an ini sudah mulai dari dulu. Lucu-lucu deh susunannya. Kalau perikecil main dengan kakaknya, pasti areanya langsung terlihat jelas berbeda dengan si kakaperi. Selalu ada gerombolan mainan, misalnya dino atau binatang atau boneka semua dijajarkan/diselimuti/melingkar. Sepertinya ada sekumpulan 'orang' yang berkumpul. Emang dia sehari-harinya juga gitu kok, kalo ada tamu langsung gabung. Kalo ada saudara dateng ke rumah, dia bisa jadi tuan rumah yang hangat. Kebalikan dengan kakaperi, kalo ada tamu kakaperi sudah berbisik, tamunya pulangnya kapan, ma? kok ngga pulang-pulang sih tamunya, katanya cuma nginep sehari?

Banyak sekali tata-an-nya yang bagus, tapi nggak sempet difoto.

No comments: