Saturday, October 13, 2007

Oh Nooo....



Selalu deh, kami terkaget-kaget... setiap kali menemukan jejak-jejak peri kecil menggambar ada dimana-mana. Meskipun kami sekeluarga suka sekali menggambar, tapi kelakuan peri kecilku ini suka mengaggetkan. Sudah cukup lama tidak melihat anak kecil bereksperimen di dinding, dulu kakaknya terjun bebas menggambar di dinding terjadi sudah sekitar 8 tahun yang lalu. karena itu kita suka agak kaget kalau lihat hasil obsvervasi permukaan material rumah dengan alat tulis. Puluhan tahun yang lalu ayah saya saja selalu berkomentar: baguuusss... bagus....pada kami, setiap kali kami coret2 dinding, kok jaman sekarang ini, saya malah bilang:
Oh, N00ooo....

Misalnya, tau2 dia gambar kuda di atas permukaan meja marmer kamar tamu, sementara di sebelahnya ada hasil gambar kakaknya yang 'sopan' di sebuah buku gambar. Mungkin dia tiba-tiba tergugah untuk ingin menggambar kuda seperti kakaknya.

Contoh 'oh no...' lainnya yang terekam:
Menyusuri pinggiran tangannya sendiri di atas taplak meja makan (dengan spidol tahan air!).
Menambah 2 titik dan 1 lengkung di bagian muka sketsa pinsilku, padahal ini dibuat dengan sepenuh hati, setelah sekian lama tidak membuat sketsa pinsil. Gambar itu cuma ditinggal sebentar.. tapi, ga apa2 deh, aku kagumi keberaniannya untuk menambahkan 1 karakter tarikan pinsil pada gaya arsirku, sehingga mirip dengan senyum monalisa.
Menambah muka (ini papa, mama, kakak, aku,..) pada setiap balon.
Menambah jenggot, kumis, tanduk dan rambut pada foto (bapak2 pejabat) di koran... ini anak 6 tahun lo yang bikin! (yang ini fotonya nggak saya masukin... bisi saya dimarahi sama bapak tsb).
Menggambari mobil bapaknya.
Nampaknya ia tidak tahan melihat bidang kosong, selalu ingin menambahkan ekspresi dan emosi manusia pada setiap benda.

2 comments:

Rene said...

Memang begitulah anak-anak. Mereka bebas ngegambar dimanapun: di tembok, di kasur, di badannya, di bonekanya,dibadan orang lain....Pendapat umum biasanya akan mencela tindakan seperti itu (vandalisme!). Ketika anak saya berbuat seperti itu, hampir saja saya ngomel, tapi ditahan dulu. Hikmah yang bisa dipetik adalah yaitu mereka bebas berkreasi, ga seperti orang dewasa yang sering membuat batasan2, misalnya kalau berkreasi itu harus di kertas gambar, pakai pensil, jangan ballpoint karena ballpoint untuk nulis dstnya.Ingat nenek moyang kita manusia gua juga bebas, Orang Papua di wajahnya,Michael angelo malah nggambar di langit2.(kepakepik.blogspot.com)

Anonymous said...

ha....ha....ha....like mother like daughter...deee....